10.27.2015

Review RSIA Bunda Suryatni

Di tengah panas membaranya kota Bogor yang ga kenal ampun, gw kembali kontrol ke dr. Farah Dina di RSIA Bunda Suryatni, karena usia kehamilan sekarang yang sudah masuk ke 38 minggu, jadi gw udah ada kemungkinan buat melahirkan tergantung posisi si dedek bayinya. Alhamdulilah, setelah dicek USG dan pemeriksaan panggul, si dedek bayi beratnya sekarang 3 kg dan sudah masuk panggul. Semoga sayah bisa melahirkan bulan ini dengan lancar, normal, sehat dan berbahagia yak sodara-sodara! Amiin.

Kembali mengenai RSIA Bunda Suryatni, yang sebenarnya di satu postingan gw membuat sedikit review di RS ini. Dan sekarang review setengah lengkapnya. Hehe, kenapa setengah? Karena penjelajahan gw baru berkisar di lantai 1 which is terdiri dari area ruangan praktek dokter, mushola dan receptionist area. Gw belum menjamah ke ruang perawatan di lantai-lantai atas. Insyaallah gw berencana melahirkan disini, jadi reviewnya to be continue sampe edisi setelah melahirkan. Hehe.

Apa aja sih kelebihan RSIA Bunda Suryatni? Menurut gw berikut beberapa kelebihannya:
  1. Ga serame RS lain yang kadang keliatan heboh dan hectic banget.  
  2. Akses yang mudah menuju RS. Karena terletak tepat di pinggir jalan utama, jadi RS ini gampang ditemukan.
  3. Bersih. Ini sih kayanya udah SOP tiap rumah sakit yak yang harus bersih jiwa dan raga.
  4. Dokter yang praktek beberapa dari Hermina. Karena yang punya RS ini kabarnya salah satu dokter kandungan di Hermina, beberapa rekan sejawatnya juga buka praktek di RS ini. Nah, bisa kan jadi alternatif buat yang biasa ke dokter anu, tapi di RS yang satu lagi selalu penuh, bisa coba ke RS ini dengan harapan ga sepenuh seperti di RS sebelumnya.
  5. Sistem antrian per kedatangan. Pengalaman harus booking antrian jam 7 pagi teng dan berjibaku dengan telepon dari sejuta bumil lainnya demi kontrol di dr. Budi cukup bikin gw menyesalkan sistem antrian macam itu. Setelah ganti dokter di RS ini, ternyata antrian dihitung per kedatangan, memang harus daftar via telepon dulu, but at least ga harus jam 7 pagi, dan ga harus sehari sebelumnya. Jadi sistem kontrolnya lebih fair menurut gw.
  6. Dapet sms reminder buat kontrol. Ini berguna banget buat makhluk pelupa macam gw, karena staf RS ini rajin bener ingetin jadwal kontrol pasiennya. Sama sih di Hermina juga begitu.
  7. Relatif lebih murah. Ini gw bandingkan dengan RS tempat gw sebelumnya kontrol yak, dimana jasa konsultasi, USG dan biaya administrasinya sedikit di bawah RS satu lagi. Sementara buat harga obat/suplemen mah sama aja, hehe.
  8. Free parking fee. Uhuy! Entah karena area parkir yang sempit atau memang belum diterapkan sistem parkir berbayar, jadi selama beberapa kali gw kontrol kesini bebas biaya parkir. Hoho.

Nah, di balik kelebihan, pasti ga lepas dari kekurangan. Apalagi RS ini terhitung masih RS baru yang belum genap setahun. Jadi cukup banyak kekurangan disana sini, terutama di bagian fasilitas yang semoga bisa diperbaiki ke depannya. Mari kita ucapkan 'amin' bersama sama. 
Apa aja sih kekurangan RSIA Bunda Suryatni versi sayah? So far, ini menurut gw:
  1. Parkiran yang sempit. Sungguh, sempit sekali kakaaak. Tadinya gw pikir ada parkiran di basement, ooo ternyata tidak. Jadi kalo pas lagi penuh, itu mobil dan motor bisa sampe ke pinggir jalan depan RS.
  2. Belum ada kantin. Ini nih yang paling krusial, kantinnya belum ada boow, baru ada cooler buat minuman ajah. Dan sayangnya di daerah RS ini kiri kanannya jarang ada penjual makanan, yang ada usaha las, kayu dan mesin berat. Tapi kayanya ada sih kantin di kampus UNB persis seberang RS ini, tapi tetep PR mau makan aja harus keluar RS dulu. Jadi selama ini biasanya gw bawa cemilan pemadam kelaparan di tengah antrian saat kontrol ke dokter. 
  3. Ga ada tisu di toiletnya. Entah kebetulan atau gwnya yang lagi apes yak, beberapa kali kesana dan mampir ke toiletnya, pasti gw ga menemukan tisu, biarpun biasanya bawa sendiri, tapi gw rasa penting ada tisu di toilet umum macam RS.
  4. Baru ada 2 mesin ATM: Mandiri dan Muamalat
  5. Cuma terdapat 12 ruang perawatan (entah termasuk kamar perawatan anak, atau cuma ibu aja). Nah ini gw bingung kekurangan atau kelebihan yak? Bisa jadi kekurangan saat pasien lagi banyak-banyaknya, tapi bisa jadi kelebihan juga buat RS ini karena bisa jadi perawatan lebih intensif  dan ga terlalu crowded.

Nah, itu beberapa kekurangan dari RS ini yang gw rasakan sekarang, semoga ke depannya RS ini lebih baik dari segi fasilitas dan pelayanan.  Akhirnya saat kemarin gw kontrol, sekalian aja gw dan suami booking kamar untuk rencana persalinan nanti. Ternyata kalau di RS ini, sudah ditentukan booking fee per kelas perawatannya. Gw lupa kalau kelas perawatan yang lain, tapi untuk kelas I Rp. 1,500,000, kelas II Rp. 1,000,000. Kalau pada akhirnya kita batal melahirkan disini, booking fee akan dikembalikan tapu dikenakan charge Rp. 100,000. Sementara benefit yang bisa didapat kalau kita booking ruang inap ada 3: Bisa naik ruang perawatan, kalau ruang inap yang kita pilih sudah penuh tapi harga tetap di ruang yang kita booking sebelumnya, free 1x senam hamil (yang ga gunakan karena males hari sabtu keluar rumah, hehe) dan diskon 50% untuk cek lab sebelum persalinan.

yak, review selanjutnya akan sayah lanjutkan setelah brojol nanti, supaya bisa dapet penilaian mengenai pelayanan, kualitas tenaga kesehatannya dan ruang perawatannya. Sementara ini ada dua foto tentang jadwal praktek dokter dan tarif bersalin di RSIA Bunda Suryatni. 

Semoga bermanfaat yak!

Jadwal praktek dokter. Sekarang tambah ada dr. gigi juga

Tarif bersalin di RSIA Bunda Suryatni



Related Posts

2 comments: