10.22.2015

Mempersiapkan Dana Melahirkan

Pada akhirnya gw sangat bersyukur diberikan kepercayaan dari yang di Atas untuk punya udin (soon to be) secepat ini, biarpun sebenarnya ini ga direncanakan oleh gw dan suami. Jadilah ketika tau kalo gw hamil, kita berdua langsung diskusi empat mata untuk mempersiapkan segala macam yang dibutuhkan selama proses hamil, melahirkan sampai setelah melahirkan nanti. Biarpun kata orang tua, buat anak pasti nanti ada rezekinya dan insyaAllah ada asuransi yang bisa mengcover, tapi kayanya tetep lebih baik sedia payung sebelum hujan toh? Kalaupun dananya ga terpakai, bisa disave untuk investasi ke depan, kebutuhan lain atau buat jalan-jalan. Hehe.

Nah, apa aja sih dana yang harus disiapkan? (ini sebenarnya sharing berdasarkan pengalaman pribadi aja, mungkin ada yang kurang tapi semoga bisa bermanfaat yak): 

1) Biaya kontrol bulanan
Secara rinci, biaya kontrol bulanan ini mencakup:
- Jasa konsultasi medis dengan dokter spesialis
USG 2D/4D
Biaya administrasi RS
- Obat/suplemen ibu hamil

Dan biaya kontrol rutin ini bervariasi tergantung klinik/RSnya. Pengalaman gw di dua Rumah sakit, at least dana yang harus disiapkan per bulannya sekitar Rp. 400,000-Rp. 600,000. Ketika kehamilan udah masuk trimester ketiga, kunjungan ke dokter pun makin intens, dari yang sebulan sekali, berubah jadi per dua minggu sampai akhirnya sebulan sekali. Alhamdulilahnya gw masih bisa reimburse ke tempat kerja untuk biaya yang satu ini, tapi gw dan suami tetep prepare nyiapin dana ini takut kalau ada keperluan mendadak.  

2) Cek lab prenatal
Umumnya, dokter menganjurkan dua kali cek lab selama kehamilan (tapi ini juga tergantung dokter dan kondisi pasiennya juga sih) yaitu saat trimester pertama dan trimester ketiga. Apa sih fungsinya cek lab ini? Sebenarnya lebih untuk mengetahui kondisi si ibu, apakah harus ada yang diwaspadai atau berbahaya buat kesehatan janin, jadi bisa dilakukan tindakan pencegahan duluan.  Tesnya biasanya terdiri dari tes darah dan urine, kecuali untuk cek lab prenatal trimester ketiga ditambah dengan cek glukosa. Gw pikir biaya cek lab ini sama baik yang trimester pertama dan ketiga. Ternyata yang ketiga lebih mahal bow. Untuk cek lab yang pertama biayanya di RS Hermina Bogor sekitar Rp. 450,000. Ini harga cek lab standar, biayanya akan lebih besar lagi kalau ditambah tes TORCH (yang sebaiknya sih dilakukan sebelum hamil), dan untuk cek lab trimester ketiga di RS yang sama kisarannya sekitar Rp. 650,000.

Paket cek lab di RS Hermina Bogor
3) Pengajian 4 bulanan/7bulanan
Sebenarnya ini ga wajib, tapi karena ini jadi tradisi keluarga, gw sebagai anak yang berbakti ya manut ajah, karena katanya saat kandungan usia 4 bulan, roh mulai ditiupkan ke janin. Dan ini waktu yang baik untuk meminta perlindungan ke yang di Atas cupaya dedek bayi lahir dengan baik-baik saja dan sempurna.

Kita skip pengajian 7 bulanan, karena ibu gw bilang ga harus dan juga katanya udah sekalian pas 4 bulanan. Gw mah manut dewe. Karena ga pengen ngebebanin ortu juga buat acara ini, makanya ini masuk ke budget yang harus gw dan suami siapkan. Acaranya juga sederhana, cuma ngundang pengajian ibu-ibu, terus ngaji bareng deh.

4) Perlengkapan kebutuhan bayi
Nah ini sebenarnya pengeluaran yang bikin excited abis. Hehe. Karena perlengkapan bayi itu sungguh, unyu unyu banget! Kalo ga kuat kuat iman, bisa kalap ambil segala macam. Hihihi. Tips dari gw: sebelum belanja, jangan lupa berdoa plus buat daftar dulu apa aja perlengkapan yang dibutuhkan untuk dibeli.  Coba dicek postingan gw yang dimari, ada daftar yang siapa tau bisa jadi panduan, Hehe. Darisana, kita bisa memperkirakan berapa kira-kira budget yang harus disiapkan. Beli perlengkapan yang basic aja dulu, karena jangan lupa ada the power of kado. Hehehe. 

5) Biaya melahirkan
Nah ini pengeluaran yang memang harus disiapkan jauh-jauh hari. Kalau ada asuransi memang kita bisa lebih tenang, tapi ga ada salahnya jaga-jaga prepare for the worst. Gw bertekad buat melahirkan normal, tapi gw dan suami berusaha menyiapkan dana lebih karena takutnya harus ada medical treatment lain yang diluar dugaan (amit amiiit). 

6) Syukuran + akikahan
Nah, ini yang ga boleh lupa, sebagai tanda syukur kalau dedek bayi udah mulai eksis di dunia.  Dan semoga keeksisannya bisa bermanfaat untuk semua makhluk (amin). Sekalian acara syukuran atau akikahan ini bisa jadi ajang silaturahmi sama tetangga kiri kanan.


Pengeluaran-pengeluaran di atas udah gw dan suami anggarkan dan kita keluarkan dari bulan awal kehamilan dimana beberapa budget sengaja kita bagi ke beberapa rekening yang berbeda supaya ga kepake kalau lagi khilaf. Hehe.  

Nah, kira-kira ada lagikah dana yang harus disiapkan? 

Related Posts

No comments:

Post a Comment