8.25.2015

Melancong Ke Vietnam (part 1): Hanoi

Warning: Postingan ga penting kali ini akan gw bagi ke tiga bagian. Maafkeun kalo (ada) yang baca bosen, begitupun buat yang ga sengaja nyasar kemari. Hihi. Dan semoga hasrat nulis gw juga bisa terjaga. 

Di satu trip ke Vietnam yang sebenarnya buat mengikuti training plus konferensi Primatologi, gw sempet extend sekitar 4 hari untuk mengunjungi beberapa tempat mainstream yang katanya wajib dikunjungi di Vietnam. Ada tiga tempat yang mau gw bahas: 
1. Downtownnya Hanoi
3. Ha Long Bay
Sekarang, mari kita berkelana ke ibukotanya Vietnam yang super crowded oleh motor di empat penjuru mata angin. Sungguh, jumlah motor di Hanoi ini jauuuh lebih menggila daripada di Jakarta kakaaak! Dan jauh lebih chaotic, buat nyebrang jalan aja butuh ekstra kehati-hatian terutama di salah satu main tourist attraction: Old Quarter dimana disana banyak banget pilihan penginapan, toko souvenir, kopi dan juga makanan khas Vietnam. Di old quarter ini juga banyak banget bangunan peninggalan kolonial. Salah satu cara menikmati kawasan ini adalah dengan jalan kaki, biarpun cukup bikin gempor sebenarnya. Tapi cukup banyak cafe dan tempat makan kok buat ngaso sebentar, hihi. 
Dan kawasan old quarter ini juga ga jauh dari Hoan Kiem Lake yang juga biasanya jadi tempat wisata favorit turis. Salah satu Must to try saat ke Hanoi adalah nyobain mie khas Vietnam: Pho, yang sebenarnya juga sekarang cukup gampang ditemukan di jakarta. tapi siapa tau gitu ya, karena makan langsung di negara asalnya, rasanya jadi beda.  Gw menemukan satu kedai Pho, ga jauh dari Hoan Kiem lake yang sungguh, mie nya ini seger banget, namanya Pho 24!

St Joseph's Catedral ga jauh dari Hoan Kiem Lake

Pho! Pho! Pho!

Coffee, anyone?

Bangunan yang semuanya memanjang ke atas bisa sampai 4-5 lantai

Can you spot frog's legs?
Tempat lain yang masuk di daftar 'must visit place' gw saat di Hanoi adalah Ho Chi Minh mausoleum, tempat dimana jasad bapak bangsa Vietnam: Ho Chi Mich diawetkan dan bisa dilihat oleh umum.  Katanya, jasad Ho Chi Minh ini diawetkan di Rusia dengan proses yang sama yang pernah dilakukan ke salah satu pemimpin Rusia: Lenin. Penasaran ga sih? Ternyata, buat menyaksikan sendiri penampakan jasad beliau, pengamanannya super ketat! Pengunjung ga diperbolehkan membawa kamera, wajib masuk di barisan yang dijaga oleh tentara bersenjata, ga boleh berhenti, harus berpakaian sopan dan ga boleh berbicara saat masuk ke ruangan yang menyimpan jasad Ho Chi Minh. Jasad beliau disimpan di satu ruangan khusus yang dijaga empat orang penjaga bersenjata di tiap sisi peti kacanya. Disini juga pengunjung ga boleh berhenti, jadi sambil jalan sambil lihat sekilas, dan ternyata buat gw cukup creepy sodara-sodara melihat sendiri jasad yang sudah diawetkan! 


Cuma disini area bebas motretnya
Buat gw, Hanoi cukup menyenangkan, terutama dari sisi makanannya, cocok banget di lidah! Untuk yang suka belanja, banyak toko yang ga cuma menerima dong (mata uang Vietnam) tapi juga mau menerima US Dollar, jangan lupa harus pinter-pinter ngitung konversi harganya yak. 
Yang harus diperhatikan, Vietnam terkenal akan scamnya, ga cuma di Hanoi aja. Scam atau penipuan, khususnya buat turis asing bisa terjadi mulai dari mbok-mbok penjual minuman/souvenir yang suka ga ngasih kembalian atau naikin harga seenak jidat padahal udah deal di awal, supir taksi yang ga langsung ke tempat tujuan dan naikin argo tiba-tiba. Yang gw alamin saat mau pindah hotel bareng sama dua teman Korea, sama staf hotelnya dipanggillah 1 taksi yang mangkal depan hotel dan dikasih tau tujuan kita. Setelah dia oke, kita naik, di tengah jalan, tiba-tiba dia melipir sambil ngibasin uang 100,000 dong (sekitar Rp. 60,000). Temen gw awalnya mikir mungkin dia mau nuker uangnya, tapi dia terus nunjuk argo sambil nyodorin uang 100,000 itu. Laaah, ternyata dia ga mau pake argo tapi mau langsung ngegetok harga. Bah! Akhirnya kita memilih turun sambil ngomel sambil cari taksi lain, sementara si supir taksi pun ikut ngomel pake bahasa Vietnam tapi kita cuekin, ngerti juga enggak. 

Sebenarnya penipuan buat turis sih bisa terjadi di mana aja ya, yang penting kitanya harus lebih aware dan pinter-pinter cari informasi, jangan lupa buat mastiin harga apapun di awal sebelum bertransaksi. Kalo kata Bang napi jaman dulu di RCTI: Waspadalah! Waspadalah! 

Related Posts

No comments:

Post a Comment