8.18.2015

Balada Commuter Line

Gw ga rutin naik commuter line, paling kalo lagi ada kerjaan yang mengharuskan untuk ke Jakarta atau pulang ke rumah nyokap di Depok, atau niat belanja ke tanah abang. Hahaha. Jadi sekalinya naik commuter line, gw seneng banget melihat perubahan yang ada, atau perilaku penumpang lain yang kadang bikin geli sampai takjub. Kali ini gw mau cerita tentang perilaku penumpang yang bikin takjub.

Sebagai contoh dua perjalanan terakhir dari Depok menuju Bogor, yang satu pagi di hari kerja, satu lagi sore menjelang malam saat weekend. Dan ternyata di dua perjalanan yang berbeda hari ini gw menemukan kesamaan perilaku beberapa penumpang commuter line.

Di dua perjalanan tersebut gw duduk di gerbong 1, which is gerbong wanita, dan gerbong paling depan dalam perjalanan ke Bogor. Gerbong wanita menurut gw gerbong paling eksklusif (selain gerbong paling sangar dan barbar saat rush hour), karena biasanya ada 2-3 petugas KAI yang berjaga di dalam gerbong.

Gw menyadari satu hal unik yang cukup bikin geleng-geleng kepala saat kereta menuju stasiun Bogor. Beberapa penumpang dari gerbong lain berbondong-bondong menuju ke gerbong paling depan, yang sebenarnya dikhususkan untuk penumpang wanita. Padahal kereta pun belum berhenti, malah kadang harus berhenti sebentar dulu di tengah perjalanan, karena nunggu antrian kereta lain dari stasiun Bogor. Nah disini muncul cobaan buat si petugas KA di gerbong wanita. Di perjalanan pertama, saat kereta masih melaju dari stasiun Cilebut ke Bogor, mas-mas petugas langsung mengunci pintu penghubung gerbong 1 & 2, dan berdiri menghadap ke depan, sementara di belakang, ada bapak-bapak yang gedor-gedor pintu sambil teriak, "woy! Buka woy!!". Awalnya mas-mas petugas ini ga bergeming, tetap setia menghadap depan sambil dadah-dadah ke bapak penumpang yang di belakang pertanda ga boleh dibuka. Lama lama kok ya keroyokan bapak-bapak yang ngegedor pintu, sampai akhirnya mas-mas petugas ngalah dan membiarkan rombongan penumpang dari gerbong lain untuk masuk ke gerbong 1. Padahal kereta belum berhenti sodara sodara! Masuk stasiun aja belum. Ckckck. Cukup takjub gw.

Perjalanan kedua juga ga kalah bikin takjub. Masih di gerbong wanita, menuju stasiun Bogor, pintu penghubung kedua gerbong dalam keadaan terbuka, tapi dijaga sama mas-mas petugas. Kali ini muncul penumpang arogan sebut saja Pak Udin. Pak udin berdiri memakai earphone sambil ngegeret koper diikuti istri dan anaknya di belakang. Sebelum pak udin melangkah ke gerbong 1, keburu dicegat oleh mas-mas petugas yang dengan lembutnya bilang, "maaf pak, ini gerbong wanita. Dan kereta belum sampai di stasiun". Pak udin ternyata merespon dengan suara kencang, "saya biasa pak naik kereta, apa salahnya sih jalan duluan, kan sama-sama bayar". Sungguh, suara si Pak Udin ini cukup kenceng karena kedengeran di seantaro gerbong 1 dan mulai banyak penumpang yang celingak celinguk pengen tau. Ada kali 3 menit si petugas ga bergeming tetep ga memperbolehkan si bapak itu lewat, dan pak udin tetep ngomel-ngomel dengan suara keras. Biarpun akhirnya mas petugas kalah oleh rombongan penumpang lain yang ikutan maksa mau jalan ke gerbong 1, tapi gw salut dengan kegigihan mas-mas petugas.

Yang gw sesalkan dari pak udin adalah dia berperilaku kaya gitu di depan anaknya lho. Yang semoga aja ga akan meniru perilaku bapaknya saat dia gede nanti. Hal lain yang bikin gw heran adalah banyaknya penumpang dari gerbong lain yang berbondong-bondong ke gerbong depan padahal kereta belum nyampe tujuan. Mungkin supaya (ini spekulasi gw aja sih):

1. bisa lebih cepat sampai di stasiun, dan buru-buru tap out, supaya ga terlalu antri kalo mau nuker kartu jaminan hariannya dengan duit ceban
2. Kesiangan ngantor/kuliah/kerja
3. Kebelet boker

Entahlah, tapi perilaku penumpang yang kaya gitu gw rasa cukup mengganggu penumpang wanita digerbong depan (yaa paling ga, gw sih yang cukup terganggu, karena merasa gengges banget deh ini orang), padahal kan ga ada salahnya turun di gerbong dimana dia naik, ataaaaau at least tunggu sampai kereta berhenti sempurna di stasiun, baru deh melangkah ke gerbong depan. Ga pas di tengah perjalanan,berdiri beramai-ramai di gerbong wanita dan mantengin pintu kereta.

Mungkin, para penumpang ini sudah terbiasa dengan perilakunya yang kaya gitu, sampai-sampai petugas pun ga mampu lagi buat menahan. Tapi kayanya (menurut sayah lho ya yang bukan siapa-siapa), kalau petugas lebih tegas dan bisa jadi 'alpha', dan toh tegasnya memang bertujuan yang baik supaya penumpang juga lebih disiplin, pasti sedikit-sedikit akan berkurang penumpang yang berperilaku kurang baik.


This is just my two cents, dan selamat kembali ke rutinitas :)

Related Posts

No comments:

Post a Comment