8.29.2015

Tutup atau Buka?

Salah satu kebiasaan yang berbeda antara gw dan suami adalah masalah buka dan tutup pintu. Terutama pintu depan di rumah. Dimana gw suka banget ngebuka pintu lebar-lebar demi menghirup udara yang lebih segar, sementara si suami sebaliknya, dia lebih suka kalau pintu dalam keadaan tertutup. Katanya terlalu keekspos dari luar *emang situ artes?*. padahal ada tirai bambu juga di luar yang membatasi pandangan dari luar ke dalam rumah.

8.27.2015

Melancong Ke Vietnam (part 3): Ha Long Bay

Nah, Ha Long Bay ini sebenarnya salah satu tempat yang paling ingin gw kunjungi saat ke Vietnam. Ha Long Bay, digadang-gadang masuk ke wisata andalannya Vietnam dan juga termasuk ke dalam World Heritage Sitenya UNESCO karena keindahan seascapenya, ditambah gugusan formasi perbukitan karst yang sebenarnya mengingatkan gw dengan Raja Ampat di Papua (yang katanya malah jauh lebih keren!). 

8.26.2015

Melancong ke Vietnam (part 2): Van Long Natural Reserve

Van long natural reserve merupakan salah satu tujuan ekowisata yang cukup terkenal di Vietnam karena keindahan alamnya. Niat utama mengunjungi cagar alam ini adalah karena Van Long Natural reserve ini salah satu habitat alami untuk primata endemik Vietnam: Delacour's Langur

8.25.2015

Melancong Ke Vietnam (part 1): Hanoi

Warning: Postingan ga penting kali ini akan gw bagi ke tiga bagian. Maafkeun kalo (ada) yang baca bosen, begitupun buat yang ga sengaja nyasar kemari. Hihi. Dan semoga hasrat nulis gw juga bisa terjaga. 

Di satu trip ke Vietnam yang sebenarnya buat mengikuti training plus konferensi Primatologi, gw sempet extend sekitar 4 hari untuk mengunjungi beberapa tempat mainstream yang katanya wajib dikunjungi di Vietnam. Ada tiga tempat yang mau gw bahas: 
1. Downtownnya Hanoi
3. Ha Long Bay

8.20.2015

Leyeh-leyeh di Honje Ecolodge

Kembali, ini sebenarnya postingan telat abis, tapi karena gw suka banget sama tempat yang satu ini, allow me to share the story.

Honje ecolodge ini sebenarnya awalnya adalah villa pribadi yang akhirnya disewakan untuk umum. Letaknya di desa sumur, di kawasan Taman Nasional Ujung Kulon, Banten. Emang sih untuk menuju kesana butuh perjuangan luar biasa banget, perjalanan bisa memakan waktu sekitar 8-9 jam aja gitu dari Bogor. Awalnya mulus karena lewat tol, nah, masuk Pandeglang mulailah jalan berliku, berbatu dan berlubang harus dihantam. Pas liat Tanjung lesung, kirain dekat-dekat situ, ternyata masih sekitar sejam lagi, kakaaak! 

8.18.2015

Balada Commuter Line

Gw ga rutin naik commuter line, paling kalo lagi ada kerjaan yang mengharuskan untuk ke Jakarta atau pulang ke rumah nyokap di Depok, atau niat belanja ke tanah abang. Hahaha. Jadi sekalinya naik commuter line, gw seneng banget melihat perubahan yang ada, atau perilaku penumpang lain yang kadang bikin geli sampai takjub. Kali ini gw mau cerita tentang perilaku penumpang yang bikin takjub.

8.14.2015

Produk Wardah di Zalora Indonesia

Kebiasaan yang coba gw lakukan secara rutin setiap harinya biarpun jarang make up-an adalah membersihkan muka sebelum dan sesudah pergi ke luar rumah, apalagi pas dulu masih getol getolnya naik sepeda ke kantor. Wajib banget ini muka dibersihin dari semua debu debu intan jalanan. 

8.13.2015

Menghemat Biaya Pernikahan

Masih terkait dengan postingan terakhir, kali ini gw mau ngebahas beberapa hal yang gw dan suami dulu lakukan untuk mereduksi biaya pernikahan. Secara dulu kita nikah bermodalkan tabungan yang sifatnya terbatas karena ga mau mengandalkan orang tua, jadi harus pinter-pinter nyusun strategi kira-kira bagian mana yang harus diprioritaskan, yang harus dicoret dari daftar dan bagian mana yang harus dicari alternatifnya. Nah, ini beberapa hal yang kita lakukan:

8.10.2015

Postingan telat banget: Review Chikal Catering

Kalo ga salah, salah satu postingan gw pernah sedikit ngebahas mengenai pernikahan (iya, terakhirnya itu udah lewat beberapa bulan yang lalu ;P), biarpun sungguh, postingan ini telat banget karena gw nikah pun akhir tahun kemarin. Tapi dorongan hati tetiba pengen posting soal nikahan, biar kerasa kaya pengantin baru. Ahaaay. 

Jadi sebenarnya konsep awal gw dan suami dulu waktu mutusin buat menikah adalah ga mau ngundang banyak orang atau ada resepsi, cukup akad nikah di masjid, pakai kebaya putih, beres, saaah, syukuran keluarga deh di rumah. Tapi apa daya, secara orang Indonesia yang katanya punya adat ketimuran, belum lagi makhluk sosial ditambah ketakutan nyokap yang ga enak sama tetangga kiri kanan. Jadi konsep awal nikahan kita bubar jalan deh, demi mengakomodir keinginan ortu, jadilah kita bikin resepsi, dimana gw dan suami udah pernah diskusi bareng keluarga kalau kita mau acara ini sederhana, mengundang mereka yang dekat dan pakai tabungan gw dan suami. Supaya kalau ortu mau ngebantu pun, bisa dialokasiin buat yang lain: dp rumah misalnya *eeh*.