10.31.2014

Gagal Paham

1. Gerbong perempuan Commuter line Jakarta kota-bogor: tiga ibu-ibu duduk sambil ngobrol asyik. Di stasiun Gondangdia, petugas meminta salah satu dari ibu muda itu untuk mengalah dan kasih tempat duduk ke ibu-ibu hamil yang baru naik. Ibu muda yang di tengah berdecak sambil pasang muka jutek yang kelihatan jelas oleh gw yang berdiri di depannya, si ibu hamil plus petugas. Ibu hamil pun mengalah, turun dan bilang akan naik ke kereta berikutnya. Petugas? Geleng-geleng. Gw? SYOK!!!! Karena selanjutnya tiga ibu itu komentar, "kita aja bela-belain ke kota dulu, enak aja dia minta langsung duduk". Gila! Gw tau cerita tentang dinda yang ngepath dengan kondisi sejenis, tapi baru kali ini gw liat langsung. Dan sungguh, gw masih syok.

2. Antrian kasir Gramedia Bogor: gw berdiri di belakang mas -mas menunggu giliran bayar. Tiba-tiba muncul ibu muda, berbaju ketat kotak-kotak, berkacamata hitam berdiri di depan kasir. Giliran si mas-mas bayar, ibu muda langsung nyelak. Ga tahan, gw pun berkomentar, "tolong antri bu". Si ibu muda menatap jutek sambil bilang, "aku cuma beli tisue kok". Mas-mas baik hati itu pun mengalah. Beres bayar, si ibu melengos melewati gw. Duileeeh bu, seksi seksi etikanya ga ada.

6.18.2014

Rinjani: (5) Rincian Biaya Perjalanan

Ini adalah rincian biaya untuk perjalanan gw dan ketiga teman tercintah dari Jakarta menuju Rinjani akhir Mei kemarin. Perjalanan menuju Lombok, gw dan teman teman lalui melalui darat dan laut, dan pulang pendakian kita naik pesawat. Rincian biaya di bawah, cuma sampai perjalanan Jakarta - Sembalun, karena saat turun, ada teman baik hati yang memfasilitasi transportasi dan akomodasi menuju dan di Mataram. Terima kasih Kurkur, jasamu abadi! Hehe.

Ini dia rinciannya:

6.17.2014

Rinjani: (4) Segara Anakan dan 12 Jam Perjalanan

Selasa, 27 Mei sekitar jam 1 siang, setelah re-packing, kumpulkan semua sampah yang kita masukkan di botol-botol kosong, perjalanan kita lanjutkan dengan tujuan Danau Segara anakan. Dengan perut mules-mules dan berdarah-darah karena ternyata tamu bulanan gw datang lebih cepat (informasi ga penting, abaikan), kita melangkah turun menuju segara anakan.

Jalur turun menuju Segara Anakan ternyata tak seindah bayangan. Perjalanan yang kita tempuh saat itu sekitar 4 jam! Sebagian jalur berupa tangga berbatu yang jarak antar anak tangga sungguh ga berperiketanggaan! Lebar beneeer! Curiga dulu waktu ngebangun ini tangga, patokannya adalah langkah bule --". Dan biarpun istilahnya "turun" dari Pelawangan Sembalun yang memiliki ketinggian sekitar 2,639 mdpl menuju danau Segara anakan yang ada di ketinggian 2,010 mdpl tetep aja ada tanjakannya biarpun syukurnya ga separah tanjakan di bukit penyesalan.

Tragedi paling ga enak adalah saat kita nanjak dengan posisi Kunti di paling depan dan gw persis di belakangnya, lalu Kunti kentut dan celananya robek di saat yang sama dengan bunyi yang ga bisa dibedain! Sumpaaaaaah, kentutnya Kunti adalah bukti saat lo ga boker berhari-baru, bau kentut bisa super alakazam banget! Sampe Ai yang di belakang aja misuh misuh.


6.14.2014

Rinjani: (3) Tentang Kemauan dan Kebersamaan

Summit attack! Beres makan malam sekitar jam 7, kita berempat siap-siap bobo cantik lebih awal karena berencana melakukan pendakian ke puncak dini hari nanti. Bekal air, makanan ringan, baterai cadangan dan obat kita masukkan ke satu backpack. Sementara kita muncak, Pak Ipul akan bantu kita jaga tenda dari ancaman Monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) yang emang banyak mencari makan di Pelawangan Sembalun.

Jam 11 malam, Ai dan Kunti udah bangun dan siap siap ganti kostum, sementara gw dan manda masih asyik guling-guling di sleeping bag masing - masing secara kita udah ganti kostum dari sebelum tidur. Hehehe. 11.45 malam, kita keluar tenda, cek perlengkapan juga head lamp masing masing, ga lupa berdoa demi kelancaran dan keselamatan bersama. Bismilah.

Ada yang tau lagu "bintang kejora" mari nyanyi bersama-sama!

Rinjani: (2) Pendakian

It was an amazing trip! Itu yang selalu gw ingat dari perjalanan terakhir gw bersama rekan-rekan hebat: Manda, Ai dan Kunti. Setelah 2 hari perjalanan darat dan laut, akhirnya pendakian dimulai dari Sembalun, satu dari dua jalur resmi pendakian Rinjani selain Senaru.

Menyambung postingan sebelumnya dimana gw dan yang lain terbangun di tengah malam gegara rombongan pendaki yang baru nyampe dan ribut sangat karena ada yang lupa bawa catokan --" *lempar granat!*. Mari kita abaikan mereka dan kembali fokus ke cerita. 

6.12.2014

Rinjani: (1) Perjalanan

Akhirnya salah satu mimpi sejak gw kuliah Alhamdulilah tercapai: menggapai Rinjani (ceileeeh judulnya…). Nah semoga kalian yang ga sengaja nyasar, kepo (yaaa… sapa tau gitu), dan emang rutin mampir (macam gw sebagai admin) ga menyesal ngebuka postingan ini yang bakal terbagi jadi beberapa postingan, mulai dari perjalanan, pendakian, kerusakan sampai budgeting (nah, yang ini emang request dari temen yang malu disebut namanya. Mari sebut saja bunga). 

Happy reading dan semoga bermanfaat ^^

5.05.2014

Kopi Item

Lokasi: Depan perpus kampus; kepagian nyampe kampus, dimana janjian sama salah satu dosen jam 10, sementara gw udah nongol dengan rajinnya dari jam 9 gara-gara harus ke bank pagi-pagi demi nutup salah satu tabungan dimana gw ternyata dikadalin (hush!jangan salahkan mba mba CS, tapi gw yang kurang detail nanya produknya). Errr.. jadi curhat. Cerita yang ini di postingan selanjutnya aja deh. 

Kembali ke TKP: bangku-bangku depan perpus kampus dimana mata gw udah keleyep-keleyep butuh asupan kafein.

Gw: *melangkah lunglai ke kantin perpus* Kopi itemnya satu ya pak.

Bapak kantin: *bengong* Buat sapa neng?

Gw: sayah pak

bapak kantin: oooh.. *sambil bikin kopi plus ngeliatin gw dengan tatapan aneh*

bayar 2,500 perak dan melangkahlah gw dengan hati senang sejuta senyuman dan kopi di tangan siap kembali ke bangku perpus.

Di tengah jalan, gw denger mahasiswa yang papasan di depan gw ngomong bisik-bisik ke temennya:

"Kesurupan tuh cewe..."

..................................................

Tuhaaaaan...apa salah hamba minum kopi pagi-pagi Tuhaaaaan....

5.04.2014

4.29.2014

My Best Friend's Wedding

Very very late post since i just received this picture now and remember to posted it. Hehehe. 

Happy Wedding to my best friend in the whole world!

As you start this new journey in life, may everyday hold wonderful shared experiences! My greatest wish for the two of you is that through the years, your love for each other will deepen and growMay your love be like the wind, strong enough to move the clouds, soft enough to never hurt,but always never ending.. 

Again, Happy Wedding, dear Della :)



4.28.2014

Rafflesia arnoldii - Up Close

Just got lucky to witnessed the blooming process of the largest flower on the earth - Rafflesia arnoldii, within my trip to Rhino Camp in Bukit Barisan Selatan - Lampung Province several weeks ago. Based on the explanation from one of the staffs in Rhino camp, this endemic plant of Indonesia takes about 7 - 9 months in the blooming process and just lasts for 4 - 5 days. 

The first picture i took in my first day arrival in Rhino Camp and luckily in our third as well as last night in Rhino camp, this flower has started to bloomed. Too bad i had to leave in the afternoon before it reached a perfect blossom, but the whole process itself already amazed me. What a flower!

Another fascinating experience to remember :)


3.31.2014

Malang Versus Yogya

Di tengah keseriusan gw yang ceritanya lagi sok sokan baca artikel ilmiah.

*Notifikasi ada pesan singkat di hp, ternyata dari Della - Temen dari jaman SMP sampai sekarang yang sayangnya lemotnya ga sembuh-sembuh*

Della: Yu, mau nanya, penting!

Gw: ape? 

Della: kalo dari Bandung, Malang sama Yogya jauhan mana?

Gw: *Jaws dropped* *ga bisa berkata-kata sepersekian detik sambil ngurut dada* (sampai akhirnya gw menjawab) ga usah dari Bandung de, dari Cilacap aja masih jauhan Malang.

Della: Ooohhh, gw kirain jauhan Yogya. Hahahahaha (ketawa lepas tanpa merasa bersalah)

Gw: *nangis darah*

Della: Hmm... kalo gitu Yogya sama Surabaya masih jauhan Surabaya yah?

Gw: *cuma bisa terharu berucap Alhamdulilah dari hati yg paling dalam*

Gegara percakapan ini, gw jadi tau apa kado buat Della tahun ini: PETA.

3.01.2014

Edisi Iseng

Tulsian ini dibuat dalam rangka menunggu si pacar yang kayanya sedang terjebak di kemacetan sabtu malamnya Bogor, plus di tanggal muda, dimana semua orang bogor yang mainstream (termasuk gw yang baru beres belanja logistik buat ke lapangan besok) keluar ke satu tempat bernama Botani Square:

Untung masih punya customer voice buat minuman gratis, jadi mari kita manfaatkan sebaik-baiknya selembar kertas yang uah lecek ini untuk dapat wifi gratisan sambil numpang nyolok HP yang sekarat.  

Sambil bengong-bengong ria dan lagi males mikir, gw iseng memperhatiakn pemandangan sekitar Berikut yang bikin gw nyengir-nyengir miris dan berharap serta berdoa semoga gw tetap sadar dan waras bahwa ada kehidupan di luar sana selain bersama gadget tercinta:

2.24.2014

2.15.2014

Ke Bedeng Kita Melangkah

Menuju Bedeng – Kampung tempat biasa ngajar. Kali ini ditemani Noni, bocah tetangga sekaligus teman bermain tiap pulang dari hutan.  


Glad to be back! :)

Nothing But Breathtaking

Sebenernya ini foto udah gw uploaded di socmed lain, tapi apa daya, gatel boo buat posting di blog. *Ga tahan pamer view keren tempat kerja* :P

1.14.2014

Bukan Iklan

Gw adalah penggemar mie instan, kenapa? Tak lain dan tak bukan karena praktis. Hehe. Bermodalkan heater (karena gw males nyalain kompor), tunggu 10 menit, jadi deh itu mie siap disantap. Biarpun ga mengenyangkan buat perut karet macam gw, tapi okehlah buat cemilan. Hihihi. 

Dan baru-baru ini gw menemukan mie instan andalan dengan rasa tiada tara sedapnyaaaahhh! *okeh, lebay* Tapi sungguh, rasanya memanjakan lidah banget. Ini dia penampakannya:


Saran penting: Cocok banget dinikmati di musim hujan kaya sekarang, jangan lupa pakai telur plus cabe rawit kakaaak! 


*postingan ini dibuat tanpa bermaksud mengiklankan produk tertentu* :p

1.10.2014

Kembali Eksis :D

What a bright sunny day! Have a good Friday, good people! :)

*Yippieee postingan perdana 2014 dimulai dengan sesuatu yg postif!*


Location: Dramaga, Bogor