5.31.2011

Tuhan Sembilan Senti - Taufik Ismail

31 Mei : Hari Tanpa Tembakau Sedunia. Guys, please put out that cigarette, that thing will kill you slowly! Ironisnya si pacar pun masih ngerokok *sigh semoga pelan-pelan dia bisa berhenti. Amiiin! Ndiii, bacaaa! Taufik Ismail nih.

Tuhan Sembilan Senti
Oleh: Taufiq Ismail

Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok, tapi tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tak merokok.

Di sawah petani merokok,
di pabrik pekerja merokok,
di kantor pegawai merokok,
di kabinet menteri merokok,
di reses parlemen anggota DPR merokok,
di Mahkamah Agung yang bergaun toga merokok,
hansip-bintara-perwira nongkrong merokok,
di perkebunan pemetik buah kopi merokok,
di perahu nelayan penjaring ikan merokok,
di pabrik petasan pemilik modalnya merokok,
di pekuburan sebelum masuk kubur orang merokok.

Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im sangat ramah bagi perokok, tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok.

Di balik pagar SMU murid-murid mencuri-curi merokok,
di ruang kepala sekolah…ada guru merokok,
di kampus mahasiswa merokok,
di ruang kuliah dosen merokok,
di rapat POMG orang tua murid merokok,
di perpustakaan kecamatan ada siswa bertanya apakah ada buku tuntunan cara merokok.

Di angkot Kijang penumpang merokok,
di bis kota sumpek yang berdiri yang duduk orang bertanding merokok,
di loket penjualan karcis orang merokok,
di kereta api penuh sesak orang festival merokok,
di kapal penyeberangan antar pulau penumpang merokok,
di andong Yogya kusirnya merokok,
sampai kabarnya kuda andong minta diajari pula merokok.

Negeri kita ini sungguh nirwana kayangan para dewa-dewa bagi perokok, tapi tempat cobaan sangat berat bagi orang yang tak merokok.

Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru, diam-diam menguasai kita.

Di pasar orang merokok,
di warung Tegal pengunjung merokok,
di restoran, di toko buku orang merokok,
di kafe di diskotik para pengunjung merokok.

Bercakap-cakap kita jarak setengah meter tak tertahankan asap rokok,
bayangkan isteri-isteri yang bertahun-tahun menderita di kamar tidur
ketika melayani para suami yang bau mulut dan hidungnya mirip asbak rokok.

Duduk kita di tepi tempat tidur ketika dua orang bergumul saling menularkan HIV-AIDS sesamanya, tapi kita tidak ketularan penyakitnya. Duduk kita disebelah orang yang dengan cueknya mengepulkan asap rokok di kantor atau di stop-an bus, kita ketularan penyakitnya. Nikotin lebih jahat penularannya ketimbang HIV-AIDS.

Indonesia adalah sorga kultur pengembangbiakan nikotin paling subur di dunia, dan kita yang tak langsung menghirup sekali pun asap tembakau itu, bisa ketularan kena.

Di puskesmas pedesaan orang kampung merokok,
di apotik yang antri obat merokok,
di panti pijat tamu-tamu disilahkan merokok,
di ruang tunggu dokter pasien merokok,
dan ada juga dokter-dokter merokok.

Istirahat main tenis orang merokok,
di pinggir lapangan voli orang merokok,
menyandang raket badminton orang merokok,
pemain bola PSSI sembunyi-sembunyi merokok,
panitia pertandingan balap mobil, pertandingan bulutangkis, turnamen sepakbola mengemisngemis mencium kaki sponsor perusahaan rokok.

Di kamar kecil 12 meter kubik, sambil ‘ek-’ek orang goblok merokok,
di dalam lift gedung 15 tingkat dengan tak acuh orang goblok merokok,
di ruang sidang ber-AC penuh, dengan cueknya, pakai dasi, orang-orang goblok merokok.

Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im sangat ramah bagi orang perokok, tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok.

Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru, diam-diam menguasai kita.

Di sebuah ruang sidang ber-AC penuh, duduk sejumlah ulama terhormat merujuk kitab kuning dan mempersiapkan sejumlah fatwa.

Mereka ulama ahli hisap.
Haasaba, yuhaasibu, hisaaban.
Bukan ahli hisab ilmu falak,
tapi ahli hisap rokok.

Di antara jari telunjuk dan jari tengah mereka terselip berhala-berhala kecil, sembilan senti panjangnya, putih warnanya, kemana-mana dibawa dengan setia, satu kantong dengan kalung tasbih 99 butirnya.

Mengintip kita dari balik jendela ruang sidang, tampak kebanyakan mereka memegang rokok dengan tangan kanan, cuma sedikit yang memegang dengan tangan kiri.
Inikah gerangan pertanda yang terbanyak kelompok ashabul yamiin dan yang sedikit golongan ashabus syimaal?

Asap rokok mereka mengepul-ngepul di ruangan AC penuh itu.
Mamnu’ut tadkhiin, ya ustadz. Laa tasyrabud dukhaan, ya ustadz.
Kyai, ini ruangan ber-AC penuh.
Haadzihi al ghurfati malii’atun bi mukayyafi al hawwa’i.
Kalau tak tahan, di luar itu sajalah merokok.

Laa taqtuluu anfusakum. Min fadhlik, ya ustadz.
25 penyakit ada dalam khamr. Khamr diharamkan.
15 penyakit ada dalam daging khinzir (babi). Daging khinzir diharamkan.
4000 zat kimia beracun ada pada sebatang rokok. Patutnya rokok diapakan?

Tak perlu dijawab sekarang, ya ustadz. Wa yuharrimu ‘alayhimul khabaaith.
Mohon ini direnungkan tenang-tenang, karena pada zaman Rasulullah dahulu, sudah ada alkohol, sudah ada babi, tapi belum ada rokok.

Jadi ini PR untuk para ulama.
Tapi jangan karena ustadz ketagihan rokok, lantas hukumnya jadi dimakruh-makruhkan, jangan.

Para ulama ahli hisap itu terkejut mendengar perbandingan ini.
Banyak yang diam-diam membunuh tuhan-tuhan kecil yang kepalanya berapi itu, yaitu ujung rokok mereka.

Kini mereka berfikir. Biarkan mereka berfikir.
Asap rokok di ruangan ber-AC itu makin pengap, dan ada yang mulai terbatuk-batuk.

Pada saat sajak ini dibacakan malam hari ini, sejak tadi pagi sudah 120 orang di Indonesia mati karena penyakit rokok. Korban penyakit rokok lebih dahsyat ketimbang korban kecelakaan lalu lintas.

Lebih gawat ketimbang bencana banjir, gempa bumi dan longsor, cuma setingkat di bawah korban narkoba.

Pada saat sajak ini dibacakan, berhala-berhala kecil itu sangat berkuasa di negara kita,
jutaan jumlahnya, bersembunyi di dalam kantong baju dan celana, dibungkus dalam kertas berwarni dan berwarna, diiklankan dengan indah dan cerdasnya.

Tidak perlu wudhu atau tayammum menyucikan diri, tidak perlu ruku’ dan sujud untuk taqarrub pada tuhan-tuhan ini, karena orang akan khusyuk dan fana dalam nikmat lewat upacara menyalakan api dan sesajen asap tuhan-tuhan ini.

Rabbana, beri kami kekuatan menghadapi berhala-berhala ini.

Ewha 125 Anniversary

To Celebrated Ewha 125 Anniversary a grand concert was held at ECC Valley last night. The concept really cool actually, since they designed an orchestra outdoor at the good spot : ECC Valley.



Well, maybe the music is not my style, it sooo classy. I mean the orchestra was very good since it was my first time to saw a live orchestra, Hehehe and they mixed between traditional music instruments and modern orchestra, but they played a classic songs whole the time. Ah, but one guy also played Korean traditional music instrument, i love that one!



Happy 125 Anniversary to my beautiful campus Ewha Womans University!! :)



The crowd


5.29.2011

From Indomie to Kebab

Seminggu yang lalu gw pasang status "Indomie oh Indomie" di FB dalam rangka ngidam mie tahap akut. Secara ramyon disini kehalalannya diragukan, rada ga berani juga makan ramyon, dan pas gw nulis status itu sikon diluar bener-bener memprovokasi buat makan mie : hujan, sendirian di kamar, gw depan komputer sambil selimutan. BEUUUH!! cocok banged dah buat makan semangkok indomie,pake telor diaduk pasti lebih enak. Halaah.. Imajinasi mulai liar.

Dan ternyata gw dapet respon dari salah satu orang Indo yang sekarang kerja disini bilang di daerah Itaewon, ada foreign food mart mereka jual produk-produk import. Katanya Indomie juga ada. Wuiii, dan ternyata respon laen dateng dari Asy, si exchange student dari Singapura yang ternyata addicted sama Indomie juga. Hehehehe. Ketemu partner nih. Akhirnya gw dan Asy janjian bareng buat ke Itaewon dengan tujuan berikut :

1. Beli Indomie
2. Ke masjid
3. Indian Food

Well, rada kebalik emang tujuannya, hehehe. Tapi jujur tujuan pertamanya emang cari indomie dulu :p Dan tujuan kedua karena Masjid terbesar di Seoul itu ada di daerah Itaewon dan kebetulan Asy juga muslim, jadilah bisa diajak jadi partner salat ke masjid.

Akhirnyaaa, di hari minggu yang cerah dan ceria, gw dan Asy berkelana dengan subway line 2 dari kampus dan transfer ke line no. 6 turun di stasiun Itaewon. Perjalanan sendiri makan waktu 45 menit. Dengan berbekal inpoh dari senior di FB melajulah gw dan Asy ke exit no. 3 dan berjalan lurus sampe ketemu belokan pertama langsung belok kanan. And here it is, 1 papan besar bertuliskan "Foreign Food Mart" !!! Kyaaaa!!!! Menggilalah gw dan Asy di dalem toko ituh, beli indomie (harga 1 nya 500 won, sekitar 3,500 rupiah) biskuit kelapa, kecap, saos ABC, energen. Ahaaay!! dan emang bener suasana di Itaewon ini unsur koreanya minim banged karena sebagian besar tempat disini dihuni sama orang asing, mulai dari orang Arab, India, Pakistan, Turki sampe bule-bule dari mana-mana. Jadi bener-bener ga kerasa lagi di Korea. Hehehe.





Satu hal yang gw dan Asy sesalin, ketika kita udah nyiapin hari khusus buat ke mesjid dan pengen salat disana ternyata kita berdua sama-sama lagi 'dapet' hari ini. Huaaaa!!! Jadilah kita cuma bisa terpana liat masjid terbesar di Seoul dari luar. Subhanallah,,, masih bisa ketemu masjid, senengnya luar biasa :D dan ketemu orang-orang yang menyapa dengan "asslamualaikum" rasanya adeeeem banged :)

The Neighbourhood





Tujuan ketiga pun dialihkan dari Indian food ke Turkish food, karena deket mesjid ternyata ada 1 restoran Turki yang wanginya menggoda banged buat didatengin. Gw dan Asy mesen 1 course yang bisa kita share dengan harga 24,000 won dengan nama masakann yang gak familiar abis, gw cuma kenal kebab dan salad. Hehehe. Tapi pas masakannya dateng, wuiiiihh!!! rasanyaaa!! menggoda iman buat mesen lagi. Hehehe.

Introduce : Asy. The egg-cited girl :)

Always love salad. slruup!

Paprica with yoghurt (quite weird huh?)

And with lamb inside! Delicious!!
Tapiiii, yang bikin semua makanan disini rsanya itu enak dan nyaman banged karena smua dijamin HALAL!! Ituh yang paling penting. Meminjam istilah Asy : Soooo egg-cited!!!

5.28.2011

Quote Of The Day

Ironic is when you want always together with someone, but you don't have a license yet for it.




5.26.2011

Culture Sharing

Berbagi inpoh soal betapa kerennya Indonesia (diluar busuknya politik), dan audience pertama gw adalah anak TK. Huahahaha!! Berawal dari Josephine, temen sekamar gw yang punya part time job ngajar bahasa Inggris di TK ini (ish, ish, jaman gw masih TK ga  kenal gw bahasa inggris, taunya cuma gimana caranya ga pup di celana kalo disuruh maju ke depan) dan tiap bulan mereka ada materi 'culture sharing' dari negara yang berbeda, dan Josephine nawarin gw buat isi materi untuk bulan ini.

Jadilah hari ini gw kelayapan dengan subway dan cabut kelas bahasa Korea demi sharing soal betapa okehnya Indonesia. Daaaan, Alhamdulilah, presentasi gw yang isinya 50 slide tapi gambar doang + penjelasan dari gw pake bahasa inggris yang ditambah broken korean gw, semua berjalan dengan lancar aman terkendali tanpa adanya murid yang nangis + teriak-teriak liat gambar uler dan minta pulang. Yang lucu saat gw nanya ada yang tau Indonesia dimana? mereka berebutan bilang : "Arrayoo! Arrayo!" (tau! tau!) gw comot 1 anak, hap, minta dia nunjuk di peta daaaaan dia nunjuk Greenland!!!! Gubrak! Yak! Negara kita pun pindah lokasi gara-gara global warming.

Dua sesi presentasi dengan kisaran umur murid 4-6 tahun ini totally fun! Seneng banged liat mereka bereaksi "Wuuuu" liat gambar Orangutan, "Hiiii" liat gambar komodo dan bilang : "yepeddaaaa!!" (beautiful) liat gambar Bromo, sunset, Danau Toba dan Bunaken. Puas! Puas! Puas!

Ps : Enaknya jadi foreigner, diundang presentasi sejam bayarannya lumayan :P apalagi pas dikonversi ke rupiah. Hehehehe.


Yak! mereka semua ngaku tau letak Indonesia. Hehehe.




5.21.2011

From Lab to Curry Restaurant

Spending almost half day time at lab because i have a lot of assignmets to do for next week (¬_¬") It's not bad tough :p Most hard part for me to getting focus is to stay away from my computer. It's a big problem of mine, since i want to to my reading assignemnt, and it based on book not into from my computer, but i can't stand for a while to not checking something in my computer even just for unimportant things, yeah, stupid me.. AYUUUU!! LET FOCUS!!! But finally i almost finishing my review paper draft now and soon prepare for a presentation to presenting Indonesia on culture sharing next thursday.

And tonight Yunhee, my labmate and me taking dinner together at one Japanese Curry Restaurant  near from Ewha. Yippiee!!



Chicken curry + mushroom. Yummy!
And special things from this restaurant is they exhibits several action figure from Japan at there, Like Shinchan, Arale, Doraemon, Astro Boy and many more. Also they put a fake (but beautiful) Sakura tree inside. Overall I love the interior more than the food, hehehe. :)



5.20.2011

After The Rain


If I could bottled the smell of the wet land after the rain
I’d make it a perfume and send it to your house
If one in a million stars suddenly will hit satellite
I’ll pick some pieces, they’ll be on your way

In a far land across
You’re standing at the sea
Then the wind blows the scent
And that little star will there to guide me

If only I could find my way to the ocean
I’m already there with you
If somewhere down the line
We will never get to meet
I’ll always wait for you after the rain

(Words and music by Adhitia Sofyan)

5.19.2011

Love The Tones!

Si pacar lagi heboh belajar video editing. Waktu Skyping si pacar pun dialihkan ngutak-ngatik video, sedangkan gw mengalihkan waktu Skyping dengan garuk-garuk tanah di pojokan. Ehehehe, ga diiiink, gw pun mencari kesibukan yang ga kalah pentingnya dari bikin proposal riset : nyicil ngegabungin potongan-potongan puzzle dari sekarang! Hohohoho! Dan inilah karya perdana dari si pacar yang seperti biasa maknanya rada susah ditangkep sama otak gw yang berkapasitas implisit bukan eksplisit. Ish, ish.. Tapi gw suka banget tonesnyaaaa!! Minta ajarin segera! Hap! Hap! Hap!

5.17.2011

One Step Closer To DMZ

Went to Paju, a city in Gyeonggi Province, about one hour from Seoul with all labmates and professors to attented opening ceremony of 2nd Ewha Womans University Natural History Museum. Umm, actually 1st Ewha Womans University Natural History Museum is really close to my dormitory, but i never been visit it. Hehehe, So, i think it's Okay to visit the 2nd museum first then let's check another one.

The museum is really coool! It showed a lot of attractive instruments and devices for visitor to get informations. Not just a boring brochure and pictures. I was soo excited to tried a lot of devices until i didn't captured many pictures inside :p

With Prof. Choi :)

Hwakyong really happy play this frog mating game!
The best part of this visit i found we were one step closer to DMZ. DMZ, Korean Demilitarized Zone is a strip of land running across the Korean Peninsula that serves as a buffer zone between North and South Korea. We are very closely to the border between 2 Korea! But since we didn't had much time, we just can visit Imjingak, a resort that closely from museum. Imjingak Resort is a place where the sorrow caused by the Korean War occurred in June 1950 and the conflict between the south and the north of Korea remains in. It has a park with a loth of statues and monuments regarding The Korean War. A circular area surrounded by flags from various nations and i didn't find Indonesia's flag T_T, well actually it was a monument specifically for the US soldiers who gave their services during Korean War.



The statue expresses the strong hope of Korea to unification





'Nara Sarang' I love my country

Outside Imjingak, there are 12 kinds of tanks and crafts on display that were used during the Korean Conflict. 




Imjingak is where the "Bridge of Freedom" lies. This bridge is the only bridge crossing Imjin River, and also the only one bridge connected between South and North Korea. The history says Since about 13,000 war captives crossed this bridge crying for freedom, which gave bridge its name, "the bridge of freedom". It's also used as a place for people to come to and remember family or friends from the North. Chuseok (Korean Thanksgiving) is coming up and typically people go back to their family's homes to honor their ancestors. South Koreans who's family escaped from the North during the war will come to the Freedom Bridge to pay their respect.

A fence of prayer ribbons written with hopes of peace and unification line the parameter
A border between 2 Korea
                                      
The main purpose from korean's goverment built this place reminds visitors of the tragedy of war also to make a peace and unification.

5.16.2011

A Postcard From Taiwan

Wohoooo! Syalalalalalalala! Akhirnya datang juga eta postcard dari Taiwan! Hee, Taiwan? Kok bisa?

Hemm, jadi berawal dari hasil googling gw yang lagi nyari image rok batik, sampailah gw di blog Yosi mahasiswa Indonesia yang berdomisili di Taiwan. Eh, ternyata blognya okeh buat dibaca dan gw tertarik sama postingannya mengenai Postcard project. Yosi bilang nyang mo dikirimin postcard tinggal tulis alamatnya ajah di komen. Ohohohoho! Sapa yang ga suka barang gratisan? apalagi gw! Ahahaha! Dan karena gw juga suka kirim postcard (terutama ke si pacar) jadilah kita tuker-tukeran postcard.

Daaan, postcard dari Yosi sampai hari ini dengan selamat sentosa dan berbahagia! Huaaa! Suka! Suka! Suka postcardnya! Semoga someday bisa ke Taiwan dan ngerepotin Yosi, ehehehehe ^^v

Terima Kasih Yosi, Salam kenal yak!


5.14.2011

Celebrated Tu's Birthday!

Celebrated Tu Kinkarn's birthday last night also with Teresa! Wohoo!

I met Teresa Liew and Tu Kinkarn on the first day of Welcoming Ceremony at campus and we are under the same scholarship. Teresa comes from Malaysia and Tu from Thailand but we are on different course, Teresa is a Ph. D student and Tu is a Bachelor student. So, sometimes we hang out together and last night we celebrated Tu's birthday. She is the youngest between us. She is so cuteee! and first wish on her birthday is to get a boyfriend! Hahahaha!



Since we were free last night, we decided to went out somewhere and stupidly we went to Hongdae area. Why i called sooo stupid? because it was a friday night, it was soo sooo crowded and noisy, everyone hang out to Hongdae Area which is a famous area for nightlife. The area is home to hundreds of bars and clubs. So, when everyone spending the night hang out on the clubs and bars, we hang out at a yogurt cafe. Perfect! Hahaha!




Anyway, Happy Birthday Tu! May your day be filled by blessings :)