3.06.2011

Mari Kurangi Penggunaan Kantong Plastik


“Did you know that every single piece of plastic that was ever made still exists on this planet? Toxic to make, use and never goes away!”

Tweet dari Nadya Hutagalung (@Nadya_HutaGalng) ini kembali mengingatkan kita betapa besar ancaman yang dapat ditimbulkan dari kantong-kantong plastik yang biasa digunakan sehari-hari. Berikut beberapa bahaya sampah kantong plastik yang infonya saya dapat darisini

  • Plastik sangat sulit hancur secara alami dan juga sulit didaur ulang. Setiap sampah plastik yang dibuang, baru akan hancur dalam waktu 200-400 tahun!
  • Walaupun murah bahkan sering diberikan gratis, plastik dibuat dengan menggunakan minyak bumi. Sumber energi yang mulai langka dan sangat dibutuhkan manusia. Di Inggris saja, diperlukan 2 milyar barel minyak untuk industri kantong plastik. Pada akhirnya minyak yang terpakai terbuang sia-sia karena kantong-kantong plastik itu hanya dipakai sekali-dua kali lalu menggunung di tempat penampungan sampah, mencemari lingkungan.
  • Sampah plastik sangat berbahaya buat beberapa jenis hewan. Di Australia tercatat lebih dari 100.000 hewan yang terdiri dari burung, ikan paus, anjing laut dan kura-kura, mati per tahunnya gara-gara menelan atau terbelit sampah plastik. Parahnya lagi, setelah badan hewan yang mati telah terurai, sampah plastiknya akan terbebas lagi ke alam.
  • Membakar sampah plastik menyebabkan zat-zat beracun dari sampah terlepas ke udara yang kita hirup. Polusi udara seperti ini punya dampak serius karena melemahkan kekebalan tubuh dan memicu kanker.
  • Plastik tersusun dari polimer. Dalam proses pembuatannya, ikut dimasukkan sejenis bahan pelembut (plasticizers) supaya plastik bertekstur licin, lentur dan gampang dibentuk. Tapi kalau plastik dipakai buat bungkus makanan, plasticizers bisa mengkontaminasi makanan. Apalagi kalau makanan yang dibungkus masih panas, si plasticizers dan monomer-monomernya makin cepat keluar dan pindah ke makanan lalu masuk dalam tubuh.
  • Kantong plastik kresek yang biasa kita pakai sehari-hari ternyata mengandung zat karsinogen berbahaya karena berasal dari proses daur ulang yang diragukan kebersihannya. Zat pewarnanya juga bisa meresap ke dalam makanan yang dibungkusnya dan menjadi racun.
  • Sampah plastik dari sektor pertanian dunia setiap tahunnya mencapai 100 juta ton. Kalau sampah plastik ini dibentangkan, panjangnya bisa membungkus bumi sampai sepuluh kali.
Pict from here

Mungkin agak sulit menjauhkan hidup kita dari penggunaan plastik sebagai kebutuhan sehari-hari, tapi menurut saya paling tidak kita bisa berusaha untuk meminimalisir penggunaan plastik, banyak cara yang bisa kita lakukan seperti :

1. Membawa sendiri kantong belanja seperti tas kanvas, tote bag, apalagi sekarang banyak dijual tas belanja dengan design menarik :)

2. Tidak meminta kantong plastik saat berbelanja dalam jumlah kecil, lebih simpel jika dimasukkan dalam tas.

3. Jika sudah terlanjur menerima, simpan dan lipat dengan rapi. saya suka melipat kantong plastik yang saya terima menjadi bentuk segitiga yang lebih kecil dan disimpan dalam kotak sepatu. Lebih rapi dan kembali bisa saya gunakan untuk kantong tempat sampah.

Salah satu hal yang saya perhatikan ketika pergi ke beberapa supermarket disini adalah dikenakannya biaya jika konsumen meminta plastik, yaitu sebesar 500 won (sekitar 400-500 rupiah). Bagi saya, uang 500 won akan lebih bermanfaat untuk melaundry pakaian (disini laundry hanya disediakan mesin cuci, tinggal masukkan koin saja).

Kemudian saya membayangkan jika kebijakan seperti ini diterapkan di Indonesia, mungkin diperlukan sosialisasi yang lebih ekstra. Hehehe, bukan bermaksud skeptis, hanya mungkin saja akan ada anggapan dari segelintir orang "wong cuma 500 perak, ya ga apa-apa toh?!" Hemm, ini bisa jadi tantangan untuk kita semua mengajak orang lain agar lebih peduli terhadaplingkungan sekitar. 

Menurut saya, gaya hidup ramah lingkungan itu mudah kok asal diniati dan konsisten aja… kalo sesuatu dilakukan lebih dari 30 kali secara berturut-turut nanti bisa jadi kebiasaan kok. Sekecil apapun kontribusi kita dalam menjalani hidup yang lebih “green” pasti akan berdampak terhadap bumi ini. Apalagi kalo yang kasih kontribusi itu banyak orang, bayak institusi, akan makin signifikan dampak positifnya bagi bumi yang hanya satu ini :)

Related Posts

No comments:

Post a Comment