12.13.2010

Museum Affandi

Sedih banget waktu nonton berita Erupsi Merapi di Jogja akhir oktober kemarin, still can’t imagine when I saw the picture of eruption, how Merapi discharge it volcanic mudflow, hot clouds.. it is like it can’t be happen in 21th century like now! Ya, tetapi tidak ada yang bisa memprediksi alam ketika ia mencari  titik keseimbangannya. Mengkopi kata emak gw , "pasti ada hikmah di balik setiap kejadian".  Dan gw yakin warga Yogya pasti mampu berdiri lagi!

Jogja, mengingatkan saat gw ma Manda (tetep yah..) kesana setelah idul fitri tahun ini. Naik kereta senja utama dari Jatinegara dan pulang dengan travel karena harga tiket pesawat, bus, kereta yang melonjak gila-gilaan gara-gara arus balik. The must visit place when you are in Jogjakarta is MUSEUM AFFANDI. Buat gw, karya-karya beliau bener-bener luar biasa. Museum Affandi terletak di Jl. Laksda Adi Sucipto 167, sampingnya mengalir sungai guede yang namanya Gajah Wong.  Sayang, gw kesono boncengan motor sama temen , jadi ga tau deh rute angkotnya. Secara di Jogja juga angkot langka, jauh lebih enak dan efektif muter-muter jogja naik TransJogja.

Wait, wait, tiba-tiba timbul pertanyaan di otak gw,, jangan-jangan ga semua orang tau Affandi ?? aahh, tidaaak!! (langsung garuk-garuk tembok di pojokan) Beliau adalah maestro seni lukis kebanggan Indonesia di era tahun 1960 sampai 1990an. Untuk info lengkapnya bisa dilihat disini Gw suka banget warna-warna lukisannya, berani! Aliran lukisan beliau ekspresionisme, kalo kata Wikipedia itu artinya : kecenderungan seorang seniman untuk mendistorsi kenyataan dengan efek-efek emosional. Istilah emosi ini biasanya lebih menuju kepada jenis emosi kemarahan dan depresi daripada emosi bahagia. 

Back to the museum, hal pertama yang menyita perhatian gw saat sampai sana adalah makam beliau dan istrinya yang terletak  di sebelah kanan dari pintu utama. Katanya museum itu didesign sendiri sama Affadi dan emang disana itu dulunya rumah beliau yang luas banget! Harga tiket masuknya Rp. 20.000 (bonus pensil + soft drink, hehehe), worth it dengan apa yang akan lo lihat di dalam museum itu dan menurut gw pribadi emang segitulah harga tiket masuk sebuah museum seharusnya karena pasti biaya perawatan museum ga sedikit. Ga kaya di luar negeri, kesadaran orang-orang Indonesia untuk mengunjungi museum jauuuuh lebih rendah dibandingkan melakukan kunjungan ke mall. Paraaaahh!! Ada 3 galeri di area museum, Galeri I  isinya lukisan – lukisan karya Affandi, mulai dari yang menggunakan media cat air, cat minyak sampai sketsa dengan pensil. Oh, ada juga mobil dan sepeda yang pernah digunakan beliau, patung diri, list piagam penghargaan sampai 1 lemari yang isinya adalah benda-benda memorabilia yang pernah digunakan Affandi saat melukis, mulai dari cangklong, sandal jepit, kaos putih, cat, palet dan kuas. Gw menyadari salah satu hal yang khas dari tiap lukisan Affandi adalah adanya lambang matahari dan tapak kaki. Ada 1 lukisan yang cukup menyentuh, sayang gw lupa judulnya. Lukisannya itu gambar tampak belakang seorang perempuan telanjang. Jadi saat Affandi ingin membuat lukisan itu beliau tidak mampu untuk menyewa seorang model, akhirnya istrinya bersedia menjadi model dengan syarat wajahnya tidak terlihat. Hemmm, what a great wife!
Memoribilia di Galeri I

Gw suka lukisan ini, sayang lupa judulnya :p

@ Galeri II

Ga pernah tahan tiap liat tiang penyangga

Depan "Potret Diri" Affandi

Makam Affandi dan istri


Depan patung diri raksasa Affandi

Galeri II isinya adalah sebagian lukisan Affandi dan lukisan koleganya, sedangkan galeri III untuk lukisan anaknya Kartika Affandi yang menurut gw sama beraninya bermain warna. Dalam hati gw sempet mikir, gileee... Berapa kaleng cat abis nih..  over all, museum ini uadeem tenan! Dan artistik sekali.. karena kontur tanahnya yang berundak – undak, gw rada bingung mana yang basement, lantai 1 dan lantai 2. Hehehe.. ada 1 tempat di depan kamar Affandi yang enak banget untuk duduk, berasa balik ke jaman film warkop dah kalo liat suasananya. suara air dari sungai gajah wong, angin semilir, sambil lihat lukisan “potret diri” Affandi di depannya. Beeeh, mantaabh!

Yang pasti, siapkan kaki yang cadas, mantap dan kuat buat jalan-jalan di museum ini. jadi, kalo ke Jogja jangan cuma ke Malioboro, Prambanan, Keraton, Museum Affandi bisa jadi salah satu alternatif saran belajar segaligus liburan yang okeh punya. Semoga kesadaran mengunjungi museum di Indonesia bisa lebih baik, amiin.


Related Posts

No comments:

Post a Comment